[NAMA DIA]
Ada sesuatu yang
ingin aku sampaikan.
Mohon luangkan waktumu sejenak...
Belakangan ini...
"Aku banyak berpikir tentang kita. Tentang bagaimana aku bersikap, dan bagaimana hal itu mungkin membuat hari-harimu jadi tidak nyaman."
Dan aku ingin memulainya dengan...
Maaf.
"Aku benar-benar minta maaf atas kesalahan yang aku perbuat."
Aku sadar sekarang...
Sejujurnya...
"Aku tidak ingin membela diriku. Tapi kadang egoku menghalangi niat baikku. Aku terlalu takut terlihat salah, sampai aku lupa bahwa aku sedang menyakiti orang yang paling aku sayang."
Karena kamu berarti.
"Kamu bukan sekadar orang di sampingku. Kamu adalah rumah, tempat di mana aku selalu ingin pulang dan berbagi cerita. Kehilangan senyummu adalah kehilangan terbesarku."
Momen yang selalu aku jaga.
"Aku merindukan tawa kita. Aku merindukan saat-saat di mana semuanya terasa begitu sederhana dan bahagia. Aku ingin kita kembali ke sana."
Niat baikku ke depan...
Lebih sabar dalam mendengarkanmu.
Lebih peka terhadap perasaanmu.
Lebih berhati-hati dalam bersikap.
Aku tidak memaksa.
"Aku tahu kata maaf saja mungkin tidak cukup. Ambil waktu sebanyak yang kamu butuhkan. Aku akan tetap di sini, menunggu kamu siap untuk kembali percaya."
Besar harapanku...
"Agar kita bisa melewati badai ini bersama. Agar aku bisa mendapatkan satu kesempatan lagi untuk membuktikan bahwa aku bisa menjadi apa yang kamu harapkan."
Sekali lagi, maaf ya...
[NAMA DIA] ❤️
Aku Sayang Kamu. Selamanya.